TINJAUAN PELAKSANAAN INFORMED CONSENT PADA KASUS BEDAH ORTHOPEDI RUMAH SAKIT PKU MUHAMADIYAH GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2016

Nurul Khodijah, - (2016) TINJAUAN PELAKSANAAN INFORMED CONSENT PADA KASUS BEDAH ORTHOPEDI RUMAH SAKIT PKU MUHAMADIYAH GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2016. Perekam dan Informasi Kesehatan, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
Nurul Khodijah_1313009_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
Nurul Khodijah_1313009_nonfull.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar belakang : Dokter harus memberikan informasi yang jelas kepada pasien atau keluarganya serta mengisi dengan lengkap dan meminta pihak pasien menandatangani lembar Informed consent dengan begitu aspek hukum yang tertuang didalamnya akan menjadi lebih kuat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 15 juni 2016 di RS PKU Muhamadiyah Gamping diketahui bahwa dalam pelaksanaan informed consent masih banyak ketidaklengkapan dalam pengisian lembar informed consent. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui informasi apa saja yang diberikan kepada pasien tentang pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran pada kasus bedah orthopedi dan mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran pada kasus bedah orthopedi di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Gamping Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian menggunkan cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 1 orang perawat kamar bedah, 2 orang petugas rekam medis, 1 orang kepala rekam medis. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling pada lembar informed consent bulan april- juni 2016 sebanyak 57 lembar informed consent. Hasil: informasi yang sering disampaikan oleh dokter kepada pasien meliputi diagnosis, tujuan, tata cara, prognosis dan komplikasi. Untuk item alternative dan hal lainnnya tidak terisi padahal item alternative tindakan atau hal lainnnya merupakan hal yang harus disampaikan juga kepada pasien. Hambatan dalam pelaksanaan informed consent yaitu tingkat pemahaman pasien yang berbeda-beda sehingga menghambat dalam penerimaan informasi dan pengisian informed consent. Kesimpulan: Informasi yang sering disampaikan oleh dokter kepada pasien dalam pelaksanaan informed consent di RS PKU Muhamadiyah Gamping Sleman sudah baik dalam pelaksanaan pengisiannnya namun untuk informasi mengenai alternative dan hal lain yang diperlukan masih kurang dalam pelaksanaan pengisiannnya.Untuk faktor penghambatnya yaitu kurangnya pemahaman dari pihak pasien atau keluarga pasien dalam menerima informasi yang disampaikan oleh dokter

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: Dosen Pembimbing: Sis Wuryanto
Uncontrolled Keywords: Pelaksanaan, Informed Consent, Bedah Orthopedi.
Subjects: R Perekam & Informasi Kesehatan (klasifikasi berdasar kompetensi pokok & pendukung) > RI Menjaga & Meningkatkan Mutu Rekam Medis & Informasi Kesehatan
Divisions: Program Studi > Prodi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 13 Nov 2017 05:16
Last Modified: 14 Nov 2017 04:02
URI: http://repository.stikesayaniyk.ac.id/id/eprint/2506

Actions (login required)

View Item View Item